LEZAT dalam porsi kecil dengan beragam rasa adalah ciri khas dim sum. Kini, dengan rasa ala Kanton-nya, makanan ini hadir di Shang Palace, Hotel Shangri-La Jakarta.
Dim sum, kini telah menjadi salah satu menu yang kian populer di Indonesia. Hampir semua restoran terutama restoran China, pasti memiliki sajian menu yang berbentuk mungil ini. Konon, makanan tradisional khas Kanton yang sudah terkenal sejak berabad-abad yang lalu ini dipersiapkan secara teliti dengan mengombinasikan warna, aroma, rasa, dan bentuk.
Menurut legenda, sesuai arti namanya dim sum pertama kali dibuat ibu-ibu rumah tangga China untuk makanan pembuka dan kudapan bagi para suami. Dim sum disajikan kepada para penggiling gandum setiap pagi sebelum mereka bekerja. Makanan kecil yang dibuat penuh cinta ini melahirkan makanan brunch yang berbeda dengan masakan lainnya yaitu mengombinasikan makan pagi dan makan siang. Artinya, makanan ini disajikan antara makan pagi dan makan siang atau lebih dikenal dengan brunch. Kudapan ini dinikmati dengan menggunakan sumpit, peralatan makan tradisional khas Kanton.
“Makanan ini memiliki arti harfiah yaitu kebahagiaan batin,” tutur Public Relations Coordinator Hotel Shangri-La Jakarta, Mala Ekayanti.
Untuk memanjakan para pencinta makanan ini, Restoran Shang Palace yang berlokasi di Hotel Shangri-La, Jakarta pun berusaha menyajikan dim sum dengan rasa istimewa. Di sini dim sum terbagi menjadi beragam jenis baik rasa dan bentuk. Mulai rasa manis hingga asin dengan isian yang juga beragam dari bakso, daging, sayuran sampai kue manis baik dikukus maupun digoreng.
Di Shang Palace, Anda bisa menikmati paket all you can eat bernama Dim Sum Luncheon. Paket hemat ini bisa dinikmati selama hari Senin hingga Sabtu hanya dengan Rp138.000++ per orang. Sajian ini juga dapat dipesan secara à la carte selama jam makan siang.
Menu dim sum yang menjadi unggulan di sini antara lain ham sui kok. Berbentuk lonjong, hidangan ini memiliki rasa yang unik, yaitu manis di bagian luar dan asin di bagian isian yang berisi ayam, udang kering dan jamur. Sebagai pelengkap, menu ini bisa dicocol dengan saus cabai.
Selain dim sum yang berisi daging, di restoran yang berkapasitas 327 tempat duduk ini juga menyajikan hidangan dim sum vegetarian seperti vegetarian fan guo. Menu ini menyerupai bakpao namun sesuai dengan ukuran dim sum, menu ini juga berbentuk kecil dan mungil.
Lebih lanjut Mala menjelaskan, dim sum luncheon, menyajikan 60 pilihan hidangan yang tak terbatas pada dim sum saja, melainkan sudah termasuk hidangan pembuka, sup, makanan utama, makanan pokok, hingga hidangan penutup. “Menu paket all you can eat dim sum ini tidak hanya menyajikan dim sum, tetapi juga menyajikan menu lain dimulai dari hidangan pembuka sampai penutup,” jelas Mala.
Beberapa menu pembuka penggugah selera di antaranya crispy salmon skin with garlic, atau crispy eel with salt and pepper. Selain itu, juga tersedia pilihan sup hangat seperti hot and sour soup.
Ada pula hidangan utama yang menjadi Homemade Specialties, di antaranya roasted duck, sauteed diced beef with black pepper sauce, prawn with mayonnaise yang semuanya hampir menjadi favorit pengunjung.
Selain hidangan tersebut, restoran yang mengombinasikan desain interior China kontemporer dan klasik ini juga menyajikan hidangan penutup, yang di antaranya memiliki rasa yang menyegarkan seperti mango pudding, ada sesame ball, mini egg tart, crispy nian gao spring roll, fluffy pumpkin pancake, hingga almond bean curd. (okefood)
Lihat juga : sushi
steak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar